Langsung ke konten utama

Postingan

Drama Per Gigi Bungsu-an

Gatau kenapa, di dunia ini harus ada orang yang gigi bungsunya tumbuh, sama yang gigi bungsunya engga tumbuh. I'm one of the orang yang gigi bungsunya tumbuh, EMPAT GIGI🫠🫠🫠 Dimulai dari pembersihan karang gigi sekitar bulan Juni 2024, bersihin karang giginya di @jasminedentalcare Makassar, you guys who live in Mks can come to them by booking via chat👍, ternyata gigi paling belakang di kanan atas itu tumbuhnya engga sama panjang dengan gigi yang ada di depan. Jadi ada space antara panjang gigi di paling belakang kedua dan gigi paling belakang  jadi kalau sikat gigi engga nyampe ke belakang nyikatnya. Menumpuklah sisa makanan disana, dan itu membuat gigi bungsunya jadi rapuh. Jadi giginya keropos sebagian, sehingga bikin lobangan besar di gigi itu. Kata dokternya, nanti kita cari waktu untuk cabut gigi yaa. I said Okeyy Setelah 2 minggu, ternyata karna dipakai ngunyah ya giginya, jadi ada banyak bakteri muncul di gigi itu, gusinya jadi bengkak. I never imagined, kalah gusi itu ka...

Kecemasan dan Jurnal

Hari ini rasanya cemas berlebih sekali, waktu nulis ini aja tangan gemeteran, terus engga fokus, sengaja searxh di google, katanya salah satu cara mengurangi kecemasan dengan menulis.  I will start with the problem. 1. Hari itu entah kenapa ada yang kirim undangan pakai aplikasi APK di WA, saya ga sengaja ke download tapi belum sempat di klik, akhirnya m-banking saya apus. 2. Hari itu jadwal nge gym, janjiannya sama trainer jam 7, tapi mobil dipake sampe jam 7 belum ada, akhirnya telat nge gym, dmn saya salah satu orang yg engga pernah ngaret, engga pernah telat. 3. Gym hari itu berad banget sepertinya, saya dari siang emang engga terlalu selera makan. 4. Saat pulang dari gym, majuin mobil, trus mau mindur buat muter balik, ternyata nyerempet gundukan yg dibuat, dia semen dimasukin dalam ember cat, masuk ke bawah kolong mobil, trus ke seret, saya udah coba turun sekali buat ngecek, tapi ga keliatan apa apa, waktu itu hujan juga, udah lumayan gede. 5. Pas mobilnya udah ga bisa jalan...

My really broken hearted

Hari ini I did the biggest thing for my heart. I'm going to 26 this year, and it's old alredy. When I was in JHS, I felt in love woth my friend, my school mate. We never in one class, I just loved when I saw him,  Time flies away, now, I still falling love with him. I mean, I really tried to open up my heart for another guy,  There are guy who try to cathing me, he texted me all day long, but the only person I think about marriege is just him, my JHS's mate. Today, I told my bestie about, how I can forget him, and I tried to confess to him. I didn't save his number, so I texed him in instagram. I asked, "kamu punya calon istri ga sih?" He said, "Wkwk, Alhamdulillah mar" It was broke my heart, it was really did. I really wanna cry, crying over and over, my long last crush, my forst love, going to get married. But, honestly, I need to Thanks to Allah, at least, I know how I'll be deal with my heart, I have to keep my heart for my future, I can keep...

Anak Arsitektur ambil Arsitektur Lanskap opposite atau liniear sih?

Hello... It's me agaiiinnn Umara Udah lama banget ga pernah apdet tulisan di blog, kali ini pengen sharing karna ada beberapa orang yang lagi aktif nanya nih di DM instagram maupun WA. Saya mahasiswi S1 Arsitektur UIN Malang yang lulus tahun 2019, dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Arsitektur Lanskap IPB, banyak yang nanya, "Susah ngga sih masuk IPB?" "Arsitektur ambil Lanskap worth it ga sih ?" "Susah nggak kuliah di Lanskap?" Well, I will answer one by one . Pertama, masuk di IPB engga sesusah itu, engga ada tes tertulis ataupun tes wawancara,  tapi yang baru saya sadari di semester tiga ini, keluar dari IPB sulit cuuuy , wkwkwk sulitnya karna ada banyak banget yang harus diselesaikan buat ujian tesis. Kayak harus menghadiri seminar dari rumpun  ilmu lain, dan harus submit jurnal minimal SINTA2. Kedua, Arsitektur ambil Lanskap ilmu yang sejalan ga sih ? Well , ini agak bertolak belakang sebenernya , karna biarpun sama-sama Ars...

about weakness

When I saw people story in WA or Instagram,  and they said about how weakness they are, I really wanna tell them the real meaning of weakness. As long as you can stand with your own knees, as long as you don't poor your food, as long as you can open up your sosial media, you are stronger than you think.  Believe me, when you feel the real weakness you will say Alhamdulillah with what Allah gave to you before, because if your health rahmat goes from you, you really feel wanna go die.

Perjalanan Belajar Magister 2 minggu

Sudah hampir dua Minggu saya menempuh pendidikan magister di IPB, biarpun daring tapi ilmu yang di dapat memang tak setengah setengah. Saya mulai sadar, kalau dulu temen-temen kuliah di UIN kayaknya pada santai dan hanya satu dua saja yang terlihat ambisius untuk nilai. Itu juga ga ada saling jatuh-menjatuhkan. Tapi setelah di IPB, semuanya seolah berbalik 180 derajat. Temen temennya semua rata-rata dari universitas ternama yang pinter nya ga ketulungan. Niat belajar mereka juga besar, saya yang hanya apalah ini, seperti harus berlari supaya bisa sampai garis "start" sedangkan teman yang lain nampaknya merangkak juga sampai ke garis "finish". Dan walau mereka sadar bahwa mereka bisa sampai ke garis "finish" dengan merangkak, tapi semuanya berlari, tinggallah saya di belakang yang masih berusaha menggapai garis "start".  Kenapa saya bilang begini, karena sistem pengumpulan online ini terkadang lewat Google Drive yg dapat diakses banyak orang, kita...

TAHUN 2020

Di akhir tahun 2019 lalu, saya sakit, sempat dua kali masuk Rumah sakit dan bukan dalam hitungan waktu yang sebentar. Sempat masuk di RS Malang, lalu ternyata masih berlanjut saat tiba di Pekanbaru. Kalau boleh dibilang, 2020 itu tahun yang paling berat. termasuk untuk saya sendiri. Setelah heboh dengan Covid di Indonesia, saya sebenarnya merasakan manfaat dari itu. Saat sakit di Masa Pandemi, saya nggak perlu kasih alasan ini itu ke teman-teman yang ngajakin keluar, saya bisa simpan rasa sakit saya sendiri di rumah. Penyembuhan juga semakin lebih efektif karena ditemani ibu. Ibu yang selalu jagain dan Ayah yang selalu nemenin. Di akhir tahun 2020, I got My first job as an intership Architect di FCS Architect Studio, Sempat down sekali waktu itu, karena merasa tertinggal jauh dari teman-teman. Melihat teman-teman yang udah pada kerja, atau udah lanjut kuliah lagi, dan saya masih gini-gini aja. Yang paling teringat di benak saya itu, Saya anak pertama, ada dua adik saya di bawah, bagai...

Coba Fikir Kembali

Pagi ini terapi akupunktur untuk yang kesekian kali. Sembari di aku-pressure sama Bu Dokter, Bu Dokter cerita. "Ada pasien saya, dia itu pinginnya abis minum obat sekali dua kali, langsung sembuh gitu. Kan nggak bisa ya. Kasian beliau, udah nyobain berobat kesana kemari, tapi ya gitu maunya hasilnya instan. Saya sampaikan aja, kalau mau yang langsung ada pengaruh nya ke Rumah Sakit aja. Kalau pakai terapi herbal begini memang lama." Saya menyimak penyampaian Bu Dokter, iya sih, saya paham keinginan ibu itu. I feel what she feel. "Kita itu kan sebenarnya sembuh itu dari diri kita sendiri. Kita harus bisa ' deal ' dengan keadaan. As long as we don't deal with ourself , sembuh itu makin jauh. Kita harus ikhlas dulu, harus berdamai dulu dengan keadaan. Baru setelah itu kita bisa tenang. Tubuh kita itu bisa memproduksi analgetik sendiri, yang dapat mengurangi rasa sakit. Jadi kita harus tenang dulu." Kata-kata Bu Dokter menusuk saya satu kali. Saya sadar bahw...

Beruntung

Sebenarnya karna ujian sakit ini, saya banyak dilatih bersabar, walau bersabarnya baru akhir akhir ini aja, dan walau bersabarnya dan ikhlasnya belum maksimal, setidaknya melatih sedikit jiwa ketawakkalan saya yang sudah terkubur lama. Waktu itu, saya mencuri dengar dari Ayah kalau teman beliau baru saja ditinggal untuk selamanya di dunia oleh putra tercinta. Ternyata putra beliau juga sakit saat diperantauan. Dan akhirnya tidak bisa diselamatkan. Saya akhirnya berpikir, waktu itu saya juga sakit pertama kali saat di Malang, di tanah rantau, jauh dari ayah dan ibu. Andai kata Allah ambil saya saat itu, entah bagaimana orangtua dan adik-adik saya.  Rasanya masih kurang bersyukur tetap Allah beri umur dan sakit untuk menghapus dosa-dosa. Kemarin, adik seorang teman juga baru saja Allah panggil. Saat itu dia tengah di kota Malang, dan adik beliau ada di sebrang pulau, di pulau Sulawesi.  Ini juga jadi bahan evaluasi bagi saya. Allah masih sebaik itu untuk memberi saya umur dan sa...

Ayah Ibu

It's like no matter what happens did to me, Ayah and Ibu always by my side, even when I'm in my worst, I'm in my well, and I'm in all conditions, thank you for always supporting me, do the best thing both of you can do, and so much thing that sometimes I can't relize. I love you. Sorry for just thinking about you when I'm free, I was just busied with my own. And now, when I'm sick, I know all of I ever reached before become nothing. My illness makes me awake from my beautiful dreams.  I can't said I'm oke, but honestly I'm not. Allah really told me that when He took all of His 'nikmat' , people is nothing. All of in Dunya is just for a while, nothing you can bring to akhirat. Your Future deposit is just your pahala. Actually, right now, I'm not sure what Allah will doing to me, why Allah took me to this situation. Situation when I can't do anything, May Allah bless me🙏🙏

Insiden Subuh

Jadi, Subuh itu saya dibangunin sholat subuh, setelah kemarin diterapi akupuntur lagi, paginya badan masih ga enak, soalnya sebelum diterapi otot-otot diurai sama dokternya, biar bisa jalan dengan normal lagi. Akhirnya sholat Subuh lah saya berjamaah dengan ayah dan ibu, tapi di tengah bacaan alfatihah di rakaat pertama, rasanya kepala saya pusing, sesak juga di dada. Kalau merem kayak ada sensasi "cekiiit" gitu. Kayak orang demam, tapi saya sadar badan saya nggak panas. Tanda-tanda itu sama persis kalau saya mau muntah. Tapi akhirnya saya putusin buat nahan. Sampai sholat juga nggak khusu'. Waktu ayah mau bilang "Allahuakbar" menuju rukuk, akhirnya saya tumbang. Saya juga ga kepikiran bisa jatuh begitu, ayah sama ibu langsung berhenti sholat dan menghampiri saya. Nggak ada yang saya rasain, kayak mati rasa, nggak bisa mikir lagi. Ayah mengusap-usap kepala saya, sambil bilang "kenapa kak? Kenapa?" Ibu langsung ke dapur buat ambilin air putih hangat. Ay...

Tol Pekanbaru-Dumai, Wisata Gratis Masyarakat Provinsi Riau di Tengah Pandemi

  sumber foto: https://riaupos.jawapos.com/riau/25/09/2020/238823/tol-pekanbarudumai-langsung-beroperasi-gratis.html Tanggal 25 September yang lalu, tol Pekanbaru-Dumai telah diresmikan secara virtual oleh presiden Republik Indonesia bapak Joko Widodo. Jalan bebas hambatan sepanjang 131 km ini langsung beroperasi dan sudah bisa dilalui masyarakat pengguna jalan terhitung Sabtu (26/9/2020) secara gratis. Untuk masa waktu gratis masih belum dapat dipastikan, menunggu keputusan tariff dari kementrian PUPR. Hal ini cukup menarik, sejak tanggal 26 September lalu sudah dipadati oleh masyarakat Riau dari berbagai daerah. Paling mendominasi adalah masyarakat Kota Pekanbaru. Di tengah Pandemi ini, wisata tol gratis memang menjadi pilihan yang tepat di tengah pandemi Covid-19 ini. Karena ini merupakan tol pertama di Provinsi Riau, pemandangan yang disajiakan juga berbeda dari tol-tol yang sudah ada, seperti di pulau jawa atau di ibu kota. Pemandangan ini didominasi oleh perkebunan saw...

Malu

Jadi akhir November 2019 lalu, setelah Oktober saya wisuda, saya sempat ke Pare, setelah satu bulan, dan balik ke Malang lagi, saya ngerasa ga enak badan. Akhirnya periksa ke RS, ternyata katanya tipes. Disuruh rawat jalan aja, tapi udah 3 hari saya ga sanggup lagi, akhirnya dilarikan ke IGD.  Setelah itu di rawat di RS Muhammadiyah Malang, dan di rawat 10 hari. Itu muntah muntah Mulu, demam hampir tiap hari, cek darah tiap hari, dan lemes banget. Hari ke sepuluh udah enggak demam, akhirnya boleh pulang. Ayah sama ibu mutusin buat saya langsung pulang ke Riau aja, soalnya di Malang ga ada yang ngejagain. Dua hari di Pekanbaru, saya masuk RS lagi, di Awal Bros Pekanbaru. Disana ternyata saya ada cairan di paru-paru, dan itu yg nyebapin demam saya nggak turun turun. Akhirnya saya minum obat paru selama 6 bulan. 2 bulan pertama minum obat, badan lemes banget, sakit sakit semua badan saya. Di bulan ke tiga, saya udah ga bisa jalan. Ga bisa jalan sama sekali, ngelipat kaki aja ga bisa, ...

RIAU-MALANG. RIAU, JAUH DI MATA DEKAT DI HATI

Kutitipkan Doa dari Jauh untuk Rumahku yang Sedang Sakit Malang- Ustad KH.Drs (Purn) Moch.Rifa’i memimpin doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia, khususnya pulau Sumatera dan Kalimantan yang mengalami musibah kabut asap. Di asrama putra mahasiswa Riau Jl.Terusan Venus nomor 60 Tlogomas Kec Lowokwaru Kota Malang, Selasa Malam (9/17/2019) Bukan hanya doa bersama namun ustadz Moch Rifai juga memberikan siraman rohani kepada para mahasiswa rantau Riau yang berada di Malang agar selalu bersabar dan memohon ampun kepada Allah “Mohon ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu (QS.Nuh 10-11) Doa ini juga dilaksanakan untuk memohon agar tak lagi ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sehingga tidak ada lagi gangguan kesehatan, terutama ISPA yang meningkat tiap adanya kabut asap di kemuadian hari. Terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini bukan pertama kalinya dialami masyarakat Riau. Bermul...

Istri Rumah Tangga

Dahlia menatap nanar ditumpukan baju yang harus dia setrika. Sambil menghela napas lelah, dia kembali ingat dua bulan lalu, dua hari setelah wisuda ayahnya ternyata sudah menerima seorang pria yang datang melamarnya sejak sebelum dia sidang akhir. Dan kemudian, sekarang statusnya sudah menjadi istri seorang pegawai BUMN. Setelah menikah ayah dan ibunya sepakat bahwa dia tak boleh satu rumah lagi dengan orangtuanya, harus belajar jadi istri Sholeha kata ayah. Karena baru dapat ijazah, dia belum kirim satu CV pun, disinilah dia. Membersihkan rumah tiap harinya. Hari ketiga menjadi istri, dia mulai bisa masak nasi goreng walau kadang keasinan. Kadang kebanyakan minyak, atau kadang nasi yang dia masak terlalu lunak. Kalau dulu semua kebutuhannya terpenuhi, dia hanya tinggal belajar saja, kalau sekarang, rumahnya bahkan hanya tipe 45, tapi susah sekali rasanya untuk bersih. Tepat setelah satu bulan jadi istri, dia merasa jadi wanita multitalenta. Masak sambil liatin cucian, masak nasi ...

Buat Kamu

Untuk kamu Yang selalu ku rindu Namun masih tak berani kusebut dalam doa Selamat untuk keberhasilan Selamat untuk cita-cita yang mulai terajut Selamat untuk hatimu yang mulai berbahagia Kamu Yang jauh Namun selalu ragu Selamat Pekanbaru, 3 Agustus 2019 Mengenang keberhasilanmu di hari sebelumnya

Untuk Harapan Yang Tertinggal

Untuk hati yang terluka Untuk jiwa yang sedih Dan untuk harapan yang tertunda Kadang kala, tak semua ramai itu selamanya Ada kalanya, yang lain datang, dan sebagian lainnya menghilang. Kadang kala, tak selamanya penuh itu ada. Dilain sisi ada yang tertinggal Sisi lainnya kemudian mulai menghilang Sama seperti harapan, tak selamanya akan terkabul Ada kalanya dia berjalan beriringan dengan semesta Ada kalanya dia tertinggal jauh di belakang semesta Puih asa dan jiwa yang kadang memberontak seolah menyalahkan semesta yang berjalan terlalu cepat. Atau menyalahkan harapan yang ternyata terlalu berat. Ruang introspeksi kemudian menilai tentang diri Tentang hati yang bertentangan dengan logika Umara Hasibuan Malang, 25 Juni 2019 Mengenan 15.00

Kamu Mahasiswa "Perantauan" Baru Kota Malang? Ini Tipsnya!

Kuliah di Jawa memang jadi favorit banyak calon mahasiswa, terutama kota kota pilihan yang sering dapat julukan terkait pendidikan. Kota Malang terkenal sebagai kota pendidikan, karena, ada banyak sekolah, terutama institusi perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dengan akreditasi yang baik ataupun sangat baik. Apalagi kota malang termasuk kota yang ramah pendatang, masyarakat yang ramah, dan juga suasana iklim yang ramah. Cocok untuk merangkum masyarakat dari suku bangsa yang berbeda-beda. Nah, buat para calon mahasiswa yang mau kuliah di Malang ini beberapa tips buat kamu sebelum menetap di Malang. 1. Punya kenalan. Ini hal paling mudah sih , mungkin kamu punya kakak tingkat, atau saudara, atau bahkan temannya orangtua-mu, kalau punya kenalan kamu mudah untuk mencari informasi kos-kosan terdekat dari kampus. 2. Mencari organisasi kedaerahanmu di Kota Malang. Kalau misalnya kamu belum punya kenalan, gampang, kamu tinggal search aja di Instagram, contohnya #MahasiswaRiauMala...

Ngabuburit Sore ini

Hari ini, setelah telfon ayah tadi pagi, dikasih tau, kalau Dek Nuku mau kuliah di Jawa aja, Alhamdulillah, semua tempat menuntut ilmu itu baik, niat yang baik insyaaAllah diberkahi Allah. Sore itu, sekitar 35 menit sebelum Adzan Maghrib di Malang, saya menghubungi Nuku buat sekedar sharing , obrolan kami mulai berlanjut ke masalah teman-teman lama saya yang juga dia kenal. "Bang ini udah lahir lho kak, anaknya, kawan kakak waktu SD kan?" "Eh iya deh, Alhamdulillah kalau gitu" "Kakak yang itu juga Desember ini mau nikah kak" "Iya??? MasyaAllaaaah, tabarakallah" "Tulah, kakak aja yang belum" "Menurut Nuku kakak bagusnya kek mana?" "Kalau aku ya terserah kakak, tapi baiknya kakak cepat nikah aja" "Kenapa kayak gitu?" "Supaya tanggung jawab Ayah berkurang, kan kalau misalnya kakak keluar rumah ndak pake jilbab, Ayah juga yang dosa" "Iya sih, tapi kan kakak pake jilbab terus" ...

Tentang Jodoh

Kurang lebih sebulan yang lalu seorang sahabat menyampaikan bahwa saudara laki-lakinya akan menikah di April, jadi minta tolong buat ikut rombongan keluarga saat akad, MasyaAllah, Barakallah. Hampir beberapa Minggu setelah itu, seorang teman seangkatan memberi kabar bahwa kurang dari 7 hari akan ada akad antara dia dan suaminya saat ini, rasanya satu hal yang luar biasa, mengingat betapa teman saya itu tidak punya tanda-tanda ingin segera menikah. Padahal di semester sebelumnya saya sempat menggodanya mengatakan "wah, nikah aja dah" yang dibalas tawa renyah sembari berkata "kamu dulu wes UM, baru aku." Tapi undangan itu memberi pandangan berbeda bagi saya, bahwa, jalan Allah kadang tak sempat dipikirkan oleh akal, terlalu tinggi ilmu tersebut. Beberapa hari sebelum penyampaian undangan dari teman yang kedua, sahabat saya juga menyampaikan bahwa, kemarin ada yang meminta dia untuk sama-sama meraih Ridho Allah. Namun, dia memutuskan untuk menyelesaikan Strata satu ...