Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label curhat

about weakness

When I saw people story in WA or Instagram,  and they said about how weakness they are, I really wanna tell them the real meaning of weakness. As long as you can stand with your own knees, as long as you don't poor your food, as long as you can open up your sosial media, you are stronger than you think.  Believe me, when you feel the real weakness you will say Alhamdulillah with what Allah gave to you before, because if your health rahmat goes from you, you really feel wanna go die.

Perjalanan Belajar Magister 2 minggu

Sudah hampir dua Minggu saya menempuh pendidikan magister di IPB, biarpun daring tapi ilmu yang di dapat memang tak setengah setengah. Saya mulai sadar, kalau dulu temen-temen kuliah di UIN kayaknya pada santai dan hanya satu dua saja yang terlihat ambisius untuk nilai. Itu juga ga ada saling jatuh-menjatuhkan. Tapi setelah di IPB, semuanya seolah berbalik 180 derajat. Temen temennya semua rata-rata dari universitas ternama yang pinter nya ga ketulungan. Niat belajar mereka juga besar, saya yang hanya apalah ini, seperti harus berlari supaya bisa sampai garis "start" sedangkan teman yang lain nampaknya merangkak juga sampai ke garis "finish". Dan walau mereka sadar bahwa mereka bisa sampai ke garis "finish" dengan merangkak, tapi semuanya berlari, tinggallah saya di belakang yang masih berusaha menggapai garis "start".  Kenapa saya bilang begini, karena sistem pengumpulan online ini terkadang lewat Google Drive yg dapat diakses banyak orang, kita...

Coba Fikir Kembali

Pagi ini terapi akupunktur untuk yang kesekian kali. Sembari di aku-pressure sama Bu Dokter, Bu Dokter cerita. "Ada pasien saya, dia itu pinginnya abis minum obat sekali dua kali, langsung sembuh gitu. Kan nggak bisa ya. Kasian beliau, udah nyobain berobat kesana kemari, tapi ya gitu maunya hasilnya instan. Saya sampaikan aja, kalau mau yang langsung ada pengaruh nya ke Rumah Sakit aja. Kalau pakai terapi herbal begini memang lama." Saya menyimak penyampaian Bu Dokter, iya sih, saya paham keinginan ibu itu. I feel what she feel. "Kita itu kan sebenarnya sembuh itu dari diri kita sendiri. Kita harus bisa ' deal ' dengan keadaan. As long as we don't deal with ourself , sembuh itu makin jauh. Kita harus ikhlas dulu, harus berdamai dulu dengan keadaan. Baru setelah itu kita bisa tenang. Tubuh kita itu bisa memproduksi analgetik sendiri, yang dapat mengurangi rasa sakit. Jadi kita harus tenang dulu." Kata-kata Bu Dokter menusuk saya satu kali. Saya sadar bahw...

Beruntung

Sebenarnya karna ujian sakit ini, saya banyak dilatih bersabar, walau bersabarnya baru akhir akhir ini aja, dan walau bersabarnya dan ikhlasnya belum maksimal, setidaknya melatih sedikit jiwa ketawakkalan saya yang sudah terkubur lama. Waktu itu, saya mencuri dengar dari Ayah kalau teman beliau baru saja ditinggal untuk selamanya di dunia oleh putra tercinta. Ternyata putra beliau juga sakit saat diperantauan. Dan akhirnya tidak bisa diselamatkan. Saya akhirnya berpikir, waktu itu saya juga sakit pertama kali saat di Malang, di tanah rantau, jauh dari ayah dan ibu. Andai kata Allah ambil saya saat itu, entah bagaimana orangtua dan adik-adik saya.  Rasanya masih kurang bersyukur tetap Allah beri umur dan sakit untuk menghapus dosa-dosa. Kemarin, adik seorang teman juga baru saja Allah panggil. Saat itu dia tengah di kota Malang, dan adik beliau ada di sebrang pulau, di pulau Sulawesi.  Ini juga jadi bahan evaluasi bagi saya. Allah masih sebaik itu untuk memberi saya umur dan sa...

Ayah Ibu

It's like no matter what happens did to me, Ayah and Ibu always by my side, even when I'm in my worst, I'm in my well, and I'm in all conditions, thank you for always supporting me, do the best thing both of you can do, and so much thing that sometimes I can't relize. I love you. Sorry for just thinking about you when I'm free, I was just busied with my own. And now, when I'm sick, I know all of I ever reached before become nothing. My illness makes me awake from my beautiful dreams.  I can't said I'm oke, but honestly I'm not. Allah really told me that when He took all of His 'nikmat' , people is nothing. All of in Dunya is just for a while, nothing you can bring to akhirat. Your Future deposit is just your pahala. Actually, right now, I'm not sure what Allah will doing to me, why Allah took me to this situation. Situation when I can't do anything, May Allah bless meπŸ™πŸ™

Malu

Jadi akhir November 2019 lalu, setelah Oktober saya wisuda, saya sempat ke Pare, setelah satu bulan, dan balik ke Malang lagi, saya ngerasa ga enak badan. Akhirnya periksa ke RS, ternyata katanya tipes. Disuruh rawat jalan aja, tapi udah 3 hari saya ga sanggup lagi, akhirnya dilarikan ke IGD.  Setelah itu di rawat di RS Muhammadiyah Malang, dan di rawat 10 hari. Itu muntah muntah Mulu, demam hampir tiap hari, cek darah tiap hari, dan lemes banget. Hari ke sepuluh udah enggak demam, akhirnya boleh pulang. Ayah sama ibu mutusin buat saya langsung pulang ke Riau aja, soalnya di Malang ga ada yang ngejagain. Dua hari di Pekanbaru, saya masuk RS lagi, di Awal Bros Pekanbaru. Disana ternyata saya ada cairan di paru-paru, dan itu yg nyebapin demam saya nggak turun turun. Akhirnya saya minum obat paru selama 6 bulan. 2 bulan pertama minum obat, badan lemes banget, sakit sakit semua badan saya. Di bulan ke tiga, saya udah ga bisa jalan. Ga bisa jalan sama sekali, ngelipat kaki aja ga bisa, ...