Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ARTIKEL

Kamu Mahasiswa "Perantauan" Baru Kota Malang? Ini Tipsnya!

Kuliah di Jawa memang jadi favorit banyak calon mahasiswa, terutama kota kota pilihan yang sering dapat julukan terkait pendidikan. Kota Malang terkenal sebagai kota pendidikan, karena, ada banyak sekolah, terutama institusi perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dengan akreditasi yang baik ataupun sangat baik. Apalagi kota malang termasuk kota yang ramah pendatang, masyarakat yang ramah, dan juga suasana iklim yang ramah. Cocok untuk merangkum masyarakat dari suku bangsa yang berbeda-beda. Nah, buat para calon mahasiswa yang mau kuliah di Malang ini beberapa tips buat kamu sebelum menetap di Malang. 1. Punya kenalan. Ini hal paling mudah sih , mungkin kamu punya kakak tingkat, atau saudara, atau bahkan temannya orangtua-mu, kalau punya kenalan kamu mudah untuk mencari informasi kos-kosan terdekat dari kampus. 2. Mencari organisasi kedaerahanmu di Kota Malang. Kalau misalnya kamu belum punya kenalan, gampang, kamu tinggal search aja di Instagram, contohnya #MahasiswaRiauMala...

Ngabuburit Sore ini

Hari ini, setelah telfon ayah tadi pagi, dikasih tau, kalau Dek Nuku mau kuliah di Jawa aja, Alhamdulillah, semua tempat menuntut ilmu itu baik, niat yang baik insyaaAllah diberkahi Allah. Sore itu, sekitar 35 menit sebelum Adzan Maghrib di Malang, saya menghubungi Nuku buat sekedar sharing , obrolan kami mulai berlanjut ke masalah teman-teman lama saya yang juga dia kenal. "Bang ini udah lahir lho kak, anaknya, kawan kakak waktu SD kan?" "Eh iya deh, Alhamdulillah kalau gitu" "Kakak yang itu juga Desember ini mau nikah kak" "Iya??? MasyaAllaaaah, tabarakallah" "Tulah, kakak aja yang belum" "Menurut Nuku kakak bagusnya kek mana?" "Kalau aku ya terserah kakak, tapi baiknya kakak cepat nikah aja" "Kenapa kayak gitu?" "Supaya tanggung jawab Ayah berkurang, kan kalau misalnya kakak keluar rumah ndak pake jilbab, Ayah juga yang dosa" "Iya sih, tapi kan kakak pake jilbab terus" ...

Tentang Jodoh

Kurang lebih sebulan yang lalu seorang sahabat menyampaikan bahwa saudara laki-lakinya akan menikah di April, jadi minta tolong buat ikut rombongan keluarga saat akad, MasyaAllah, Barakallah. Hampir beberapa Minggu setelah itu, seorang teman seangkatan memberi kabar bahwa kurang dari 7 hari akan ada akad antara dia dan suaminya saat ini, rasanya satu hal yang luar biasa, mengingat betapa teman saya itu tidak punya tanda-tanda ingin segera menikah. Padahal di semester sebelumnya saya sempat menggodanya mengatakan "wah, nikah aja dah" yang dibalas tawa renyah sembari berkata "kamu dulu wes UM, baru aku." Tapi undangan itu memberi pandangan berbeda bagi saya, bahwa, jalan Allah kadang tak sempat dipikirkan oleh akal, terlalu tinggi ilmu tersebut. Beberapa hari sebelum penyampaian undangan dari teman yang kedua, sahabat saya juga menyampaikan bahwa, kemarin ada yang meminta dia untuk sama-sama meraih Ridho Allah. Namun, dia memutuskan untuk menyelesaikan Strata satu ...

Menikah

Tentang  banyaknya undangan pernikahan yang saya terima kurang dari tiga bulan ini, menyadarkan saya bahwa saya sudah setua itu untuk terus memikirkan diri sendiri. Bukan tentang rasa iri karena yang lain sudah berpasangan, toh Rezki, jodoh, dan maut itu adalah hal pasti, yang masih jadi abu abu, hanya perihal surga dan neraka. Satu persatu teman teman mulai menyebar undangan, mulai pasang foto dengan cincin di jari manis sebelah kiri yang menandakan akan segera juga melepas status single. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya jadi mulai sadar dengan umur. Dua puluh satu menuju dua puluh dua adalah angka yang fantastis ternyata, saya sudah melewati dua dekade lebih dalam hidup. Tapi urusan yang serius seperti menikah masih belum bisa tertanam kokoh di hati, masih dikalahkan bahwa saya harus lulus sekolah, untuk saya, untuk tanggung jawab saya, dan untuk orang tua saya. Dan buat teman teman yang sudah berjalan bersama gandengan untuk meraih Jannah bersama, Barakallah, semoga ...

Liku Liku Merantau

Sebenarnya sudah lama rasanya ingin menuangkan ini dalam tulisan. Tahun ke empat menjadi mahasiswa perantauan saya mulai menyadari seberapa besar pengaruh merantau pada diri saya. Jauh dari rumah bukan hal mudah, pertama kali menuju Malang, kepergian saya disertai doa dan air mata ibu dan ayah. Saya sudah akan memulai hidup bersosialisasi yang jauh. Tak lagi sering diganggu sama permintaan ini itu dari si bungsu. Atau, tak lagi mengajarkan hitungan sederhana untuk si bungsu sembari menunggu isya. Ujian paling berat berada jauh adalah ujian ketebalan iman. Kenapa harus iman? Tak bisa dipungkiri saat waktu tidur terkuras di malam hari, ada ibu yang siap sedia membangunkan saat Subuh. Atau ada yang mengingatkan untuk Dzuhur dan Ashar. Atau mengingatkan membuka mushaf setelah Maghrib, dan juga larangan memutar televisi sebelum semuanya melaksanakan Isya. Kalau jauh , tak lagi ada yang membangunkan Subuh selain alarm dan juga Adzan, menjadi mudah untuk mengulur waktu Dzuhur dan Ashar, m...

Tips Trick Memulai Biro Arsitek oleh Pak Andi Rahman

Sebagai mahasiswa, ada banyak kondisi yang bikin bingung, what should I do if I'm not a student anymore? That's why Pak Andi Rahman, sebagai Principal Architect segaligus owner Andi Rahman Arsitek, mulai membagi pengalaman beliau dalam memulai sebuah biro. Sebagai orang yang memulai bisnis secara otodidak, beliau memberi tips and trick buat kita sebagai mahasiswa yang ingin memulai biro. 1. Lewat media sosial 2. Biarkan karya jadi marketing 3. Jangan pasang murah 4. Kerjakan dengan hati, untuk portofolio 5. Bikin blog untuk marketing dan publikasi 6. Lewati satu karya terbangun 7. Buat website 8. Butuh partner 9. Dokumentasi proses design 10. Website memberi cerita, denah, (dipakai mahasiswa dan orang awam) 11. Website with link social media Instagram You-tube FB Twitter 12. Website biar googling untuk jadi SEO 13. Bikin buku 14. Ikut pameran 15. Sayembara shortcut to great! 16. Tract record sayembara untuk mahasiswa untuk membuka pikiran kita. 1...

Nikmat Allah itu..

Sebelumnya pasti udah banyak yang mendengar istilah, “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) nikmat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Mahabijaksana.” Awalnya saya hanya menganggap, wah iya ya , nikmat mendengar, nikmat melihat, nikmat berjalan, nikmat bisa memegang, dan nikmat bisa makan, hal-hal besar seperti itu yang selalu saya pikirkan. Namun, beberapa hari yang lalu, saya mulai menyadari, nikmat itu terlalu luas kalau dikategorikan seperti itu. Beberapa hari lalu, saya pergi ke Bali bersama teman-teman, otomatis kita jalan-jalan. Ngunjungin beberapa karya arsitektur hebat di Bali, ngunjungin pantai, keliling kota, dan juga mengunjungi sebuah kampung terbersih disana. Saat perjalanan kita melewati area pegunungan, dan waktu itu kondisinya saya memang lagi pilek sih , jadi meler terus selama perjalanan. Saat sampai ...

Praktik kerja lapangan, Onino Architecture Studio

Another nih, Mungkin kalau judulnya bukan di atas, banyak yang nggak tertarik kali ya ? Haha Jadi, saya sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Onino Architecture Studio. Lokasinya ada di Griya Shnata D-337, di Sukarno Hatta, Kota Malang. Lokasinya strategis banget kalau boleh jujur. Di tengah kota, deket Indomaret, deket Togamas, dan yang pasti, cuma beberapa langkah saja untuk ke Masjid. Masjid Al-Ghifary, jadi di sana ada Khuttabah gitu, satu level sama SD. SD Islam, jadi sekolah ada dalam lingkungan masjid. Saat istirahata Zuhur, saya dan semua rekan akan sholat Zuhur disina, dan bisanya bersamaan dengan para siswa yang juga Sholat. Sekolahnya Islam terpadu, saya jadi flashback ke masa-masa SD , haha , disana mereka kayaknya banyak kegiatan, dan mereka juga nggak selalu pakai seragam sekolah, mungkin supaya anak-anak pada terbiasa untuk menggunakan pakaian muslim. Sebagian besar mereka ada yang menggunakan cadar. Bila ditinjau dari masa sekarang, betapa banyak or...

Masjid dan Anak

Jadi mo sharing ringan sih , kan kemaren sempet pergi ama temen, kita mau beli sepatu. Sebagai anak kosan yang harus mathemat , akhirnya kita berburu diskon akhir tahun deh . Intinya bukan itu siih , Jadi kita belinya di Matahari deket alun-alun. Karena cewek kalo belanja, ya you know lah, ngabisin waktu, jadinya kita keujanan ampe maghrib. Terus kita sholat deh di masjid alun alun Nah , disini banyak banget orangnya, ya yang neduh lah , atau yang emang lagi wisata gitu di Malang. Disana, wih , banyak anak kecilnya, Mereka pada lari-larian di dalam masjid, kejar kejaran. Ada beberapa jamaah yang ngebiarin aja, ada juga yang nyegah sambil nyuruh diem . Saya jadi flashback, wkwk , saya juga dulu pernah dimarahin kok dek, karena ngeribut di masjid, hehe . Nah , saya mulai berpikir, kan anak anak itu memang masa bermain, dan mereka pasti senang kalau main di masjid, secara, masjid luas, dan juga kalau jatuh nggak terlalu sakit karna ada karpet. Tapi, kalau mereka waktu...

Bicara Tentang Ibu, Bicara Tentang Rasa

Sebagai seorang mujahidah, jihad menuntut ilmu di jalan Allah, saya mulai merasakan banyak perbedaan dalam tiap langkah saya. Berada jauh dari keluarga, dan mulai mengatur tingkat produktivitas sendiri, membuat saya mulai memahami arti dari belari. Kenapa berlari? Karna berlari itu butuh banyak respon kerjasama antar tubuh. Dari pengelolaan pernapasan, pengelolaan langkah, dan pengelolaan emosi. Itu juga yang saya pahami tentang menjadi sigle fighter dalam daily activities saya. Beberapa tahun yang lalu, saya masih di bawah ketiak Ibu dan Ayah, di bawah ketiak means , saya terbiasa melakukan semua hal dengan bimbingan. Ibu, terlalu dalam rasa yang saya rasakan saat kata itu terlontar. “Buk, baju kakak yang kemarin dimana ya?” “Buk, kok ini begini sih?” “Buk, kakak mau beli ini dong” “Buk, kakak mau ini” “Buk, kakak mau yang itu” “Buk, nanti bangunin jam segini ya” “Buk,” “Buk,” “Buk.” Dan masih banyak yang lainnya. Ibu menjadi semua hal mendasar yang ...

AYAH, MUNGKIN INI TAK SEBERAPA

Oleh : Umara Hasmarani Kalau bicara mengenai Ayah, bagi seorang perempuan Ayah itu lebih special more than any guy in the world . Mungkin terdengar klise sebenernya, atau terdengar terlalu dibuat-buat, namun semuanya real no gimmick. First , semua orang tahu bahwa, “ Ayah adalah cinta pertama bagi seorang anak perempuan ”. Seorang putri, tak pernah terasa selalu terlindungi selain ketika bersama ayah. Ayah mungkin tidak se-ekspresif ibu dalam menunjukkan kasih sayang, ada banyak hal yang mungkin tidak bisa beliau ungkapkan, namun di balik semua itu, dia selalu menjadi gardu terdepan untuk keluarganya. Ayah selalu menjadi panutan yang langsung action di depan mata kita, Ayah selalu mengajarkan putrinya untuk menjadi tangguh saat jauh darinya, tapi saat bersamanya, engkau adalah hal terindah, engkau bebas menagis, engkau bebas mengadu, asal setelahnya kau kembali menjadi tangguh. Memang tidak semua ayah bisa secara gamblang menunjukkan kasih sayangnya, tapi percayal...