Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label agama

Masjid dan Anak

Jadi mo sharing ringan sih , kan kemaren sempet pergi ama temen, kita mau beli sepatu. Sebagai anak kosan yang harus mathemat , akhirnya kita berburu diskon akhir tahun deh . Intinya bukan itu siih , Jadi kita belinya di Matahari deket alun-alun. Karena cewek kalo belanja, ya you know lah, ngabisin waktu, jadinya kita keujanan ampe maghrib. Terus kita sholat deh di masjid alun alun Nah , disini banyak banget orangnya, ya yang neduh lah , atau yang emang lagi wisata gitu di Malang. Disana, wih , banyak anak kecilnya, Mereka pada lari-larian di dalam masjid, kejar kejaran. Ada beberapa jamaah yang ngebiarin aja, ada juga yang nyegah sambil nyuruh diem . Saya jadi flashback, wkwk , saya juga dulu pernah dimarahin kok dek, karena ngeribut di masjid, hehe . Nah , saya mulai berpikir, kan anak anak itu memang masa bermain, dan mereka pasti senang kalau main di masjid, secara, masjid luas, dan juga kalau jatuh nggak terlalu sakit karna ada karpet. Tapi, kalau mereka waktu...

Bicara Tentang Ibu, Bicara Tentang Rasa

Sebagai seorang mujahidah, jihad menuntut ilmu di jalan Allah, saya mulai merasakan banyak perbedaan dalam tiap langkah saya. Berada jauh dari keluarga, dan mulai mengatur tingkat produktivitas sendiri, membuat saya mulai memahami arti dari belari. Kenapa berlari? Karna berlari itu butuh banyak respon kerjasama antar tubuh. Dari pengelolaan pernapasan, pengelolaan langkah, dan pengelolaan emosi. Itu juga yang saya pahami tentang menjadi sigle fighter dalam daily activities saya. Beberapa tahun yang lalu, saya masih di bawah ketiak Ibu dan Ayah, di bawah ketiak means , saya terbiasa melakukan semua hal dengan bimbingan. Ibu, terlalu dalam rasa yang saya rasakan saat kata itu terlontar. “Buk, baju kakak yang kemarin dimana ya?” “Buk, kok ini begini sih?” “Buk, kakak mau beli ini dong” “Buk, kakak mau ini” “Buk, kakak mau yang itu” “Buk, nanti bangunin jam segini ya” “Buk,” “Buk,” “Buk.” Dan masih banyak yang lainnya. Ibu menjadi semua hal mendasar yang ...

Kamu dan Tuhanmu

Dunia mungkin tak sekejam itu untuk membuatmu menangis Tapi takdir tahu, air matamu adalah bukti ikhlasmu Untaian doa mungkin tak selamanya pilu, Tapi dalam pasrahmu, Tuhan sisipkan suka Tawakkal Tuhan tak selalu berjanji, Langit selalu biru Dan bunga selalu mekar Atau mentari selalu bersinar Tapi yang pasti, Ada pelangi setelah hujan Ada senyum setelah tangis Dan ada jawaban dalam setiap doa Kelabu liku hidupmu adalah bukti, Tuhan sayang kamu Tuhan tahu, hambanya mampu Ikhlasmu adalah bukti, bahwa kamu percaya, Tuhan selalu merangkul dalam tiap langkah Umara Hasmarani Hasibuan Malang, 30 Okt '17