Sebenarnya karna ujian sakit ini, saya banyak dilatih bersabar, walau bersabarnya baru akhir akhir ini aja, dan walau bersabarnya dan ikhlasnya belum maksimal, setidaknya melatih sedikit jiwa ketawakkalan saya yang sudah terkubur lama.
Waktu itu, saya mencuri dengar dari Ayah kalau teman beliau baru saja ditinggal untuk selamanya di dunia oleh putra tercinta. Ternyata putra beliau juga sakit saat diperantauan. Dan akhirnya tidak bisa diselamatkan.
Saya akhirnya berpikir, waktu itu saya juga sakit pertama kali saat di Malang, di tanah rantau, jauh dari ayah dan ibu. Andai kata Allah ambil saya saat itu, entah bagaimana orangtua dan adik-adik saya.
Rasanya masih kurang bersyukur tetap Allah beri umur dan sakit untuk menghapus dosa-dosa.
Kemarin, adik seorang teman juga baru saja Allah panggil. Saat itu dia tengah di kota Malang, dan adik beliau ada di sebrang pulau, di pulau Sulawesi.
Ini juga jadi bahan evaluasi bagi saya. Allah masih sebaik itu untuk memberi saya umur dan sakit guna menghapus dosa.
Kata-kata ayah yang paling saya ingat waktu itu "Kak, sudah berapa lama Allah kasih sehat? Lamanya kakak sehat ga sebanding dengan lamanya kakak sakit."
Saya memang masih susah sekali untuk ikhlas dengan semua keadaan yang ada. Tapi mendengar banyak sekali nasehat dari orang cukup membuat saya lebih tenang. Lebih tenang dengan berpikir bahwa, dunia ini cuma sementara. Allah kasih sakit itu untuk membersihkan dosa.
Bismillah, Alhamdulillah, Innalilahi wa innailaihi Raji'un.
13 Nov 2020
Komentar
Posting Komentar