Langsung ke konten utama

Postingan

NAK, MAIN KE RUMAH IBU YA, AJAKIN ADEKNYA BIAR NANTI MAU KULIAH JUGA

Surabaya siang itu panas banget memang, dari pagi saya dan salah seorang rekan sudah berangkat dari Malang pakai bus ekonomi seharga lima belas ribuan dalam satu kali perjalanan. Rencana awal kita, ke Serviced Office , terus berburu buku murah di Kampung Ilmu. Tapi ya apa daya? Saat ke kantornya saya ditolak untuk bisa survey, ya mau bagaimana lagi? Hari juga udah terik banget, azdan Dzuhur sudah sahut-bersahutan dari satu masjid dan masjid lainnya. Akhirnya kita putuskan buat lanjutin perjalanan ke Kampung Ilmu. FYI , Kampung Ilmu itu sejenis pasar buku murah yang ada di Surabaya, ya kalau di Malang sih kayak Wilis. Bukunya ya rata-rata diprint pakai kertas koran, kalau di Toko Buku ber-AC mungkin 80 ribuan, disini bahkan bisa ditawar jadi 15 ribu, ya namanya juga bajakan. Perjalanan dari Serviced Office ke Kampung Ilmu sekitar 20 menit-an lah , kita pakai Grab buat kesana. Alhamdulillah dapet driver yang ramah. Disini kita diajakin diskusi tentang Indonesia sama bapaknya, t...

Enggrang

Masih dengan kokoh, enggrang tua itu menjadi rebutan tiap anak. Meski sudah tua, buku-buku bambunya masih terlihat tegas, seolah mengundang anak-anak untuk bermain bersama. Enggrang setinggi satu setengah meter itu dibuat Mbok Sum untuk bermain anak-anak dari bambu belakang rumah almarhumah. Walau sudah menua, dia masih kokoh, namun bila azan berkumandang, bambu tua itu terlihat lelah. Seolah bingung, bagaimana menghalau para anak seperti yang selalu Mbok Sum lakukan. Seolah bersedih, dirinya menjadi alasan mereka lalai pada Tuhannya. Umara Hasmarani Rizqiyah Surabaya, 13.28

Motor Tua Punya Bapak

Sore itu, rumah sudah mulai sepi, para warga yang tadi ikut mengantar Bapak ke tempat terakhir menuju Tuhannya mulai kembali ke rumah masing-masing. Aku masih terpaku di depan rumah, duduk di kursi goyang reot yang selalu digunakan bapak sambil minum teh atau sekedar bermain dengan cucu-cucunya. Dari sisi ini nampak motor butut Bapak yang sudah menemani almarhum lebih dari 40 tahun. Bapak bilang, sebelum mampu membeli mobil, dulu motor tua itu yang mengantar Bapak ke kantor, menemani Ibu berbelanja, dan juga mengantar aku pulang pergi sekolah. Masih terngiang, saat duduk di bangku SMA, bapak mulai bisa membeli mobil, karena adik adikku juga sudah besar. Dua motor sebelumnya bapak jual untuk menutup dana mobil, tapi bapak kekeh untuk mempertahankan motor tuanya. "Biarlah, itu bapak pakai ke majid saja." Itu kata Bapak. Lagian siapa yang akan membeli motor tua seperti itu, harganya juga pasti rendah, pikirku. Tampak warna merahnya mulai memudar, bercampur dengan sedikit putih...

Yang sudah Lalu

Kala rindu menyapa Ragu pun melanda Kala hati menepi Rasa mulai menghakimi Mungkin kita jauh Mungkin kita rapuh Dan mungkin kita juga jenuh Entah nanti Bilai kita bertemu Apa kita saling suka Apa kita saling cinta Apa kita saling benci Atau kita kembali seperti semula Sama sama tidak mengerti Umara Hasmarani 8 Juli 2018 20.38

Jangan Suudzon dong Mbak!!

Kali ini masih tentang pengalaman yang mungkin aja banyak yang bilang, elah receh deh , itu aja diceritain. But, I just can’t handle mine buat nggak menyalurkan ini. Jadi, tanggal 24 kemarin saya dan salah seorang teman datang ikut kajiannya ustadz Abdul Somad. Kita berangkat dari jam 15.30, sampai di masjid Jagalan (lokasi kajian) udah rame banget, kita juga parkir motornya jadi jauh, dan jadilah kita dapat tempat duduk di teras masjid di lantai dua. Jadi disini sempit-sempitan banget. Yang di dalam masjid sama panitia diatur serapi mungkin supaya nanti sholatnya gampang. Beda sama yang dapet duduk di teras, of course nggak semuanya sholat. Jadi setelah dapat tempat duduk langsung masstiian pas buat sholat. Udah ancang-ancang mau letakin sutroh nantinya. Setelah berapa puluh menit, masjid jadi makin ramai, panitia juga udah membatasi jamaah yang baru dating supaya nggak usah naik lantai dua. Eh tiba tiba tempat yang udah kita jaga buat sholat nanti dijadiin tempat ...

Fredrich Silaban, Putra Pendeta Kesayangan Soekarno

Oleh : Umara Hasibuan Saat ini, Islam memang sedang berada jauh dari rangkaian keutuhan Negara. Dalam artian, Islam seperti yang sudah Allah sebutkan, aka nada masanya pada tingkat terbawah, itulah ujian ummat sebelum datang fitnah terbesar. Tapi, untuk tulisan kali ini, saya ingin mengangkat mengenai salah satu tokoh. Karya arsitektural-nya yang mendunia dan benar-benar kokoh serta menjadi pondasi toleransi bernegara. Karena, dalam toleransi beragama, saya sendiri masih belum berani megmbil posisi dalam bagian itu. Masjid Istiqlal, sebuah masjid dengan gaya arsitektur modern minimalis. Masjid terbesar di asia Tenggara ini, selesai dibangung pada 22 Februari 1978. Siapa yang sangka, ada banyak cerita pilu dalam perjalanan pembangunan luar biasa ini. Dia, Fredrich Silaban. Terlahir menjadi seorang putra pendeta, pria Kristen protestan kelahiran Bonandolok, Tapanuli, Sumatera Utara, 16 Desember 1912 ini adalah lulusan STM di Jakarta. Karir ke-arsitektur-annya ia mulai dari p...

Praktik kerja lapangan, Onino Architecture Studio

Another nih, Mungkin kalau judulnya bukan di atas, banyak yang nggak tertarik kali ya ? Haha Jadi, saya sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Onino Architecture Studio. Lokasinya ada di Griya Shnata D-337, di Sukarno Hatta, Kota Malang. Lokasinya strategis banget kalau boleh jujur. Di tengah kota, deket Indomaret, deket Togamas, dan yang pasti, cuma beberapa langkah saja untuk ke Masjid. Masjid Al-Ghifary, jadi di sana ada Khuttabah gitu, satu level sama SD. SD Islam, jadi sekolah ada dalam lingkungan masjid. Saat istirahata Zuhur, saya dan semua rekan akan sholat Zuhur disina, dan bisanya bersamaan dengan para siswa yang juga Sholat. Sekolahnya Islam terpadu, saya jadi flashback ke masa-masa SD , haha , disana mereka kayaknya banyak kegiatan, dan mereka juga nggak selalu pakai seragam sekolah, mungkin supaya anak-anak pada terbiasa untuk menggunakan pakaian muslim. Sebagian besar mereka ada yang menggunakan cadar. Bila ditinjau dari masa sekarang, betapa banyak or...