Langsung ke konten utama

Postingan

Kata

Aku bertanya Kau menjawab Kau bertanya Aku menjawab Tapi kali ini bibirmu terkunci Suaramu sembunyi Padahal kuncinya ada padamu Padahal kau tahu ada yang mencari Aku berkata Kau berkata Namun semua tak lagi imbang Aku bertanya Dan kau tak berkata Kota Dingin, 27 November 2016 Umara Hasmarani

Jauh

Terkadang kita yang salah menafsirkan Terkadang qalbu terlalu menuntut benar pada logika Terkadang jiwa ikut tertarik oleh nafsu Namun, saat kesadaran mulai mengetuk Hati mulai mengalah Jiwa mulai mundir Dan logika mulai melangkah Apa yang harus dimenangkan selanjutnya? Engkau telah terlena dalam angan cita tak berujung Terlempar terlalu jauh hingga tiada lagi kesempatan untuk kembali Kali ini mungkin hanya sesal yang tersisa Namun begitu, aqal tetap harus berenang jauh Mencari bala bantuan Untuk kembali menuju fitrah Kota Bertuah 31 Desember 2016 Umara Hasmarani

Ingin Pulang

Termenung sejenak Terbayang akan yang pernah singgah Menelusuri bait tiap pikiran Merangkak melihat masa lalu Aku tahu aku salah Bahkan ketegasan kesalahan itu kian nyata Tuhan, aku ingin kembali Kembali merajut asa yang lalu Kembali mengukir kenangan indah di hadapMu Kembali mengikis doa dengan lafadzMu Tuhan tuntun aku Jauhkan dari khilaf akan nafsu Tuhan, Aku ingin pulang Kota Bertuah 4 Januari 2016 Umara Hasmarani

Hujan Nafsu

Tetes tetes hujan menghujam bumi dengan irama indah Menyejukkan sang indra dengan mineral tanah Menelusuk kedalam jiwa Tertegur nafsu akan hati Entah butuh berapa hujan lagi menyadarkan hati ini Nafsuku, membawaku jauh dari Mu, Meletakkan kepentingan duniaku pada jenjang teratas prioritas Nafsuku menjadi jurang pemisah antara diriku dan Pemilik Kebenaran

Puisi Asmara

Wahai wan adi Entah apa yang harus aku genggam agar jasadmu menjadi nyata Kebenaran asmaramu selalu terpendam dalam angan Diksi hatimu kala itu, Menyayat sedikit demi sedikit pondasi asaku Curahan pahatan indah nikmat-Nya dalam dirimu, menyiram qalbu dan anganku Realita takdir dewa Kini hanya ilusi pada antariksa qalbu Menjadi pencarian jawaban dominan gagasanku Wahai batara hatiku, Semoga dewa mendermawankan karunia asmaranya bagi kita. Kota Dingin, 25 November 2016 Umara Hasmarani

Penghalang Rindu

oleh : Umara Hasmarani Saat hati mulai terbiasa Saat jiwa mulai terbawa Aku semkin mengejar Semakin mengupas bayangmu Aku menelusuri nikmatnya hati Bila Tuhan lebih ikhlas begini, Aku bisa apa? Melihat bayangmu di pelupuk lara Walau angin berhembus merangkul mesra rinduku menuju dirimu, Tapi rasanya perisai itu menghalang lubuk terdalammu Aku Ingin menjadi separuhmu Aku, Ingin kau tau bahwa rasa ini tak sirna Aku Ingin kau mengerti, Aku, Menunggu